Ketika Guru Bergerak Sendiri-Sendiri: Sebuah Risiko Pendidikan
Pendahuluan
Individualisme yang Menggerus Arah Pendidikan
Individualisme yang berlebihan dapat membuat pembelajaran berjalan tidak selaras dan kehilangan arah bersama.
Pembelajaran yang Terfragmentasi
Risiko nyata dari guru yang bergerak sendiri-sendiri adalah terfragmentasinya pembelajaran. Pendekatan, metode, dan standar penilaian bisa berbeda jauh antar kelas.
Peserta didik pun mengalami pendidikan yang tidak konsisten, sehingga proses belajar menjadi kurang optimal dan membingungkan.
Melemahnya Budaya Sekolah
Budaya sekolah tumbuh dari nilai dan kebiasaan yang dijaga bersama. Tanpa kerja kolektif guru, budaya sekolah sulit terbentuk dengan kuat.
Sekolah berisiko berubah menjadi sekadar tempat bekerja, bukan komunitas belajar yang hidup dan saling mendukung.
Beban Guru Semakin Berat
Bergerak sendiri-sendiri membuat guru menghadapi tantangan pendidikan tanpa dukungan rekan sejawat. Masalah yang seharusnya dapat dipecahkan bersama justru menjadi beban pribadi.
Dalam jangka panjang, kondisi ini meningkatkan risiko kelelahan profesional dan menurunkan motivasi kerja guru.
Dampak terhadap Stabilitas Pendidikan
Ketika guru tidak terhubung, stabilitas pendidikan ikut terganggu. Sekolah menjadi kurang siap menghadapi perubahan kebijakan, situasi darurat, atau tantangan baru.
Ketidaksiapan ini membuat sistem pendidikan rentan terhadap ketidakteraturan.
Pentingnya Kerja Kolektif Guru
Kerja kolektif bukan berarti menghilangkan otonomi guru, melainkan menyelaraskan langkah agar setiap peran saling menguatkan. Melalui komunikasi dan koordinasi, guru dapat menjaga kualitas dan arah pendidikan.
Kerja kolektif membantu guru tetap profesional sekaligus saling menopang.
Kesimpulan
Ketika guru bergerak sendiri-sendiri, risiko pendidikan menjadi nyata: arah melemah, pembelajaran terfragmentasi, budaya sekolah menurun, dan beban guru meningkat.
Pendidikan membutuhkan guru yang terhubung dan bergerak bersama. Menjaga kerja kolektif guru berarti menjaga keberlanjutan dan kualitas pendidikan itu sendiri.
